Saturday, 11 July 2009
Friday, 10 July 2009
Schumann's Psychosis

Schumann's Psychosis for 3 pianos 12 hands
based on painting by Asep Berlian
Music composed by Ananda Sukarlan
Choreography: Chendra Panatan
Pianists from the winner of Ananda Sukarlan Award 2008
Dancers from Maniratari, Solo
Performed for Pianississimo - JNYC 2009
Labels:
ananda sukarlan,
chendra panatan,
jnyc 2009,
maniratari,
pianississimo,
schumann
DRUPADI

The Humiliation of Drupadi
Music for 2 pianos composed by Ananda Sukarlan.
Choreography: Chendra Panatan.
Dancers from Maniratari Solo (Siko, Marich and Adis)
Performed for 'Pianossissimo' - Java's New Year Concert 2009
in Jogjakarta, 1 Januari 2009
in Jakarta, 4 Januari 2009
Labels:
ananda sukarlan,
chendra panatan,
drupadi,
jnyc 2009,
maniratari solo
RIP Pina





‘Transformer’ handal telah pergi…….
Berita itu datang dari seorang teman di Eropa mengenai ‘perginya’ Pina Bausch ketika kita sedang menyaksikan film ‘Transformer’ di XXI (sabtu, 30 June 2009)
Sepanjang film, pikiranku berkelana tentang sosok Pina yang sangat kukagumi. Seorang koreographer hebat yang berhasil mengolah gerak menjadi ungkapan ekspresi serta emosi yang bermakna. Gerak keseharian terjalin menjadi suatu tarian yang sarat dengan ekspresi kemanusiaan: tentang cinta, seksualitas, kesunyian, ketakutan dan sisi gelap manusia lainnya. Menyaksikan karya Pina, merupakan cermin yang memantulkan pengalaman pribadi yang unik, jenaka, manis, ironis maupun sinis kedalam suatu frame panggung yang tertata secara theatrical naturalis dan memberi ‘impact’ yang dasyat.
Pina adalah transformer yang sangat jenius dan brilliant, sangat kontras dengan film ‘transformer’ yg ku’kunyah’ sekarang, terasa hambar, kering, keras dan berbau lempengan logam yang berlebih.
Berita itu datang dari seorang teman di Eropa mengenai ‘perginya’ Pina Bausch ketika kita sedang menyaksikan film ‘Transformer’ di XXI (sabtu, 30 June 2009)
Sepanjang film, pikiranku berkelana tentang sosok Pina yang sangat kukagumi. Seorang koreographer hebat yang berhasil mengolah gerak menjadi ungkapan ekspresi serta emosi yang bermakna. Gerak keseharian terjalin menjadi suatu tarian yang sarat dengan ekspresi kemanusiaan: tentang cinta, seksualitas, kesunyian, ketakutan dan sisi gelap manusia lainnya. Menyaksikan karya Pina, merupakan cermin yang memantulkan pengalaman pribadi yang unik, jenaka, manis, ironis maupun sinis kedalam suatu frame panggung yang tertata secara theatrical naturalis dan memberi ‘impact’ yang dasyat.
Pina adalah transformer yang sangat jenius dan brilliant, sangat kontras dengan film ‘transformer’ yg ku’kunyah’ sekarang, terasa hambar, kering, keras dan berbau lempengan logam yang berlebih.
RIP Pina, karyamu adalah identitas serta monument abadi suatu ‘transformasi’ terbaik seni tari yang pernah aku rasa dan saksikan di planet ini.
Saturday, 6 September 2008
FRIENDS - a new ballet





Tribute to Jurgen Otte
Ballet Sumber Cipta, Jakarta presented 2 nights full of Jurgen's Ballet who has been worked for more than 15 years in this renowned ballet school.
His latest choreography FRIENDS, created by Jurgen Otte especially for Chendra Panatan who has been dancing for him since they met and worked together.
Music by Sergei Rachmaninov, this new ballet can be watched, by click to: http://www.youtube.com/watch?v=LW0Ow0ZGz6g
Gedung Kesenian Jakarta
June 2008
Subscribe to:
Posts (Atom)